25 November 2011

Terima Kasih Ibu dan Bapak Guru




Tanpa pelitamu ku tak akan memiliki wawasan
tanpa pelitamu ku tak akan bisa melalui perkembangan zaman
tanpa pelitamu ku hanya manusia tak berguna.

Aku tak bisa membayar kerelaanmu.
Ku hanya bisa berdoa,
dan ku hanya bisa berkata :
"Biarlah Tuhan membayar kerelaanmu dengan berkat-Nya!"

Oh guruku,
alangkah indahnya pengorbananmu,
terimalah ungkapan terima kasihku
lewat doa dan kata

oh guru, terima kasih
engkau telah menjadi pelita dalam hidupku,
engkau telah mengubah hidupku
engkau telah mewarnai hidupku dengan ketahuanmu.

Guruku...
Tiada hentinya dirimu berjuang untukku
terima kasih ibu guru
terima kasih bapak guru

________________________
Tarutung, 13 Nopember 2011
Oleh : B. Marada Hutagalung
dipersembahkan untuk para Guru dalam rangka Hari Guru Nasional, 25 Nopember 2011.
DIRGAHAYU HARI GURU NASIONAL!

http://facebook.com/B.MaradaHutagalung

08 Oktober 2011

No Pink Anymore

Merah jambu telah menghiasi yang lain!
Merah jambu telah tersusup oleh warna kuning,
tinggal hanya warna biru.


Kuning benar-benar hebat bak emas,
kilaunya bisa menembus merah jambu.
Biru tak bisa menyamai.

Biru mencoba memendarkan warnanya,
merah jambu seperti menghindar dibalik kilau emas kuning.

Kebiruan itu telah pudar dari merah jambu,
karena telah dilingkupi kemilau emas kuning.
Merah jambu tak bisa lagi melebur dengan biru.

Tak dinyana, merah jambu dan kuning saling melebur,
sungguh indah bisa sepihak menghapus biru.
Tinggal satu warna, biru!

Biarlah menjadi cerah tanpa harus diwarnai merah jambu,
karena merah jambu telah terlebur kuning.

Tiada merah jambu lagi.

________________________
Tarutung, 08 Oktober 2011
Oleh : B. Marada Hutagalung

http://facebook.com/B.MaradaHutagalung

BMH

08 Januari 2011

Kasus Itu Terulang Kembali

Kenangan indah terukir kembali
Semangat hidup berkobar kembali
Ketenagan di dapat kembali
Itu semua wajar karena diharapkan

Namun tak dinyana, kenapa bisa sama?
Tak diketahui apa sebabnya.
Tapi karena keteledoran diri sendiri,
Kekhilafan diri sendiri.

Hanya karena perasaan semua dikorbankan
Siapa yang salah? Aku...!!!
Kenapa? Karena telah sempat asaku hidup.
Gairah menjalani hidup pun muncul.

Apalah dikata, tak ada arti menyesal lagi
Karena sudah beberapa kali terjadi kasus yang sama
Tak diduga bahwa itu akan terulang kembali.
Bukan salahnya, bukan salah Tuhan, tapi aku.

Kembali tiada guna, karena bukan pilihan
Namun hati masih ada maka cemburu meliputi
Walau begitu, semua harus dilepas
dan harus diakhiri dengan baik.

Berharap, semoga esok hari yang indah
dan untuknya, Tuhan beserta dia dan pilihannya
Dan aku harus bersyukur walau sakit di hati
Karena waktu tak dapat kembali.

________________________
Tarutung, 08 Januari 2011
Oleh : B. Marada Hutagalung

BMH

Pengunjung

Flag Counter