Follow by Email

Cari di Blog Ini

Memuat...

Translate


B. Marada Hutagalung
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Blog ini adalah khusus kumpulan puisi karya B. Marada Hutagalung

Balada - Bertahan Hadapi Musuh Kehidupan

Written By B. Marada Hutagalung on 08 April 2015 | 4/08/2015 03:28:00 PM



Benteng pertahananku nyaris hancur,
Aku diserang dari berbagai arah,
kudeta pun terjadi di dalam bentengku.

Gawat!!!
Pasukanku banyak yang berguguran,
Rakyatku juga menjadi korban,
Banyak bangunan yang hancur.

Oh tidak!!!
Para ksatriaku telah berguguran,
Pasukanku tinggal prajurit biasa saja,
Jumlahnya pun tak seberapa.

Musuh yang dilawan sungguh banyak,
Kepercayaanku juga ikut mengkudeta kerajaanku,
Kerajaanku benar-benar sekarat.

Aku tak tahu harus bagaimana,
menyerah atau tidak?
Penasehat raja pun tak bisa berbuat apa-apa,
Apalagi para menteri, mereka kehabisan akal.

Harapan terakhirku adalah ratuku.
Aku butuh saran bijaknya,
Demi mempertahankan kerajaanku yang tak seberapa ini.
________________________
Tarutung, 08 April 2015
Oleh: B. Marada Hutagalung
4/08/2015 03:28:00 PM | 0 komentar | Baca Selengkapnya...

Ujung Perjuangan

Written By B. Marada Hutagalung on 14 Agustus 2014 | 8/14/2014 12:20:00 PM


Mentari tiba kuberangkat berkarya
Mentari pergi kukembali ke rumah
kujalani dengan berbagai perubahan

Demi mencapai tujuan yang indah
semua tenaga dan pikiran dikerahkan
akhirnya ada perubahan tapi tak indah

Apakah ada yang salah?
Sulit diungkapkan karena sudah berlalu
Mencapai kebijakan tak mudah

Semua usaha ada hasilnya bagi orang
hanya keletihan dan kelelahan yang dirasa
bagai usaha tak berujung!

Adakah yang bisa membantu?
Hanya bisa berharap kepada-Nya
Semoga ada jalan!
______________________________
Tarutung. 14 Agustus 2014
Oleh: B. Marada Hutagalung
8/14/2014 12:20:00 PM | 0 komentar | Baca Selengkapnya...

Cerita lama terungkap sudah - The Long Story have revealed

Written By B. Marada Hutagalung on 27 Januari 2014 | 1/27/2014 03:30:00 PM


Lama kucari tapi tak ketemu,
berbulan-bulan kucari,
bertahun-tahun kucari,
hasilnya tetap nihil,
dan setelah tak kucari akhirnya ketemu
tapi tak bisa kembali seperti semula.

Semua sudah berlalu dan telah terjadi,
tak akan dapat diubah lagi apa pun caranya.
Hanya bisa berdoa demi kebaikan masing-masing.

Siapa yang salah? Sulit untuk dijelaskan,
situasilah yang membuat terjadi kesalahpahaman.
Komunikasi pun hilang begitu saja.
Walau begitu hanya Tuhanlah yang tahu.

Yang sudah terjadi biarlah terjadi,
tapi tetaplah menjalankan hidup masing-masing
Biarlah kenangan indah itu menjadi sejarah,
tapi bukan untuk diulang kembali.
_____________________________
Tarutung, 27 Januari 2014
Oleh : B. Marada Hutagalung
1/27/2014 03:30:00 PM | 0 komentar | Baca Selengkapnya...

Keteladanan

Written By B. Marada Hutagalung on 09 Desember 2013 | 12/09/2013 06:54:00 PM


Terang dunia...
Siapakah terang dunia?
Tentu Yesus Kristus sendiri.
Jadilah Terang dunia:
itulah pesan-Nya untuk kita.

Garam dunia...
Siapakah garam dunia?
Tentu Yesus Kristus sendiri.
Jadilah garam dunia:
itulah pesan-Nya untuk kita.

Jadilah terang dan garam dunia,
adalah pesan emas untuk kita.
Apakah kita mampu?
Harus!

Jadilah terang dunia.
Terangilah dunia dari kegelapan.
Janganlah bersembunyi dalam kegelapan.
Tanpa terang hidupmu akan hilang arah.

Jadilah garam dunia.
Garamilah dunia dari ketawaran.
Tunjukkan rasa kasihmu ke semua orang.
Tanpa garam hidupmu akan hambar.

Wahai umat,
jadilah terang dan garam dunia,
seperti Yesus datang untuk kita,
Pemimpin yang datang dengan penuh kasih dan kerendahan hati.
Jadilah Teladan seperti Yesus!

_____________________________
Tarutung, 09 Desember 2013
Oleh : B. Marada Hutagalung
12/09/2013 06:54:00 PM | 0 komentar | Baca Selengkapnya...

Sahabat Tak Bersahabat

Written By B. Marada Hutagalung on 01 November 2012 | 11/01/2012 10:38:00 PM



Sepintas kuyakin sahabat itu bersimpati dan berempati
tapi berbeda dengan yang kurasa
tak dinyana hatiku benar-benar berdarah.

Apa salahku?
Haruskah aku saja mengerti dirimu?
Tegakah dirimu hanya menikmati manis dariku?
Setelah tak perlu dicampakkan.

Sahabat, aku tak berharap banyak darimu.
Janganlah bertindak buruk bagiku.
Sadarlah, sahabat!

Bayangkan, bagaimana orang lain mencampakkanmu seperti engkau buat padaku,
tentu hatimu akan terluka.
Sakit, kan...?
Engkau tak tenang tidur.

Sahabat, tapi tak bersahabat!
Engkau menganggapku sahabat,
tapi jiwamu tak bersahabat.

Sahabat, jangan salahkan aku ya,
bila nanti Tuhan marah padamu.
Sahabat, bersahabatlah!
_____________________________
Tarutung, 01 Nopember 2012
Oleh : B. Marada Hutagalung
N.B. : Puisi ini terinspirasi dari teman saya yang hatinya disakiti oleh sahabatnya.
11/01/2012 10:38:00 PM | 0 komentar | Baca Selengkapnya...

Terima Kasih Cinta

Written By B. Marada Hutagalung on 29 Juli 2012 | 7/29/2012 06:27:00 PM


Bagaikan mimpi indah bagiku,
kehadiranmu dalam hidupku
Bagai tak nyata keberadaanmu
membuatku takjub dan heran.

Oh indahnya
kehadiranmu dalam hidupku
engkau t'lah nyatakan
kasihmu untuk diriku
kau bukanlah sekedar
bintang dan berlianku
engkaulah berkatku
sukacita dan bahagiaku
Terima kasih, terima kasih
terima kasih cinta.
________________________
Tarutung, 29 Juli 2012
oleh : B. Marada Hutagalung


Catatan :
Puisi ini adalah sebuah lagu yang diciptakan oleh B. Marada Hutagalung, lagunya ada di http://maradagv.blogspot.com/2012/08/terima-kasih-cinta.html

Video :
 
7/29/2012 06:27:00 PM | 0 komentar | Baca Selengkapnya...

Cerita Baru Yang Hilang

Written By B. Marada Hutagalung on 15 Juni 2012 | 6/15/2012 09:26:00 PM

Cerita lama telah selesai kutulis,
lanjut cerita baru,
cerita yang kutulis saat melaju baru.

Hari pertama kusiapkan kertas,
lalu kulukis rangkaian kata,
beberapa alinea telah selesai.

"Ceritamu bagus", kata sang penerbit.
"Lalu bagaimana, pak?" Tanyaku.
Seperti susah dijawab : "Lanjutkan!"

Hari berikutnya, bab per bab hampir selesai,
benar-benar cerita indah kugambarkan,
dan akhirnya selesai.

Dengan semangat aku membawanya ke penerbit,
diterima, dan berkata : "Sabar ya, akan kami proses!"
Aku sabar menunggu.

Jantungku berdebar-debar menunggu jawaban mereka.
Aku merasa yakin cerita baru akan terbit.
Aku berdoa dengan penuh harap.

Ternyata diluar dugaan : "Maaf pak, kami tak dapatkan menerbitkannya!"
Mereka tak menyimpan cerita itu lagi,
tak tahu entah di mana.

Jilid kedua telah kusiapkan,
tapi tak guna karena yang pertama telah hilang,
mungkin dibuang karena tak layak,
aku tak punya salinan.

Haruskah kutulis ulang cerita itu?
Buat apa jilid kedua, ketiga bila tak ada yang pertama.
Sejenak aku merenung dulu.
________________________
Tarutung, 15 Juni 2012
oleh : B. Marada Hutagalung
6/15/2012 09:26:00 PM | 0 komentar | Baca Selengkapnya...

Melati Berduri

Oh melati berduri...
Sejak kapan dirimu berduri...
Apakah kamu ingin seperti mawar berduri?

Oh tidak boleh...!
Nanti mawar marah...!
Nanti mawar sedih...!

Mawar, maafin melati ya?
Dia tidak tahu apa yg diperbuatnya.
Ampunilah dia!

____________________________
Tarutung, 15 Juni 2012
Oleh : B. Marada Hutagalung
6/15/2012 09:23:00 PM | 0 komentar | Baca Selengkapnya...

Janganlah Hanya Menunggu

Written By B. Marada Hutagalung on 14 Juni 2012 | 6/14/2012 04:04:00 PM


Haruslah ada harapan,
berkhusyuk dengan doa.
Haruslah ada kesabaran.

Buktikan dengan tindakan,
jalankan dengan pengorbanan.
Jangan takut dan menyerah.

Bila ingin menang, siaplah kalah!
Jangan paksakan untuk berhasil.
Tenangkan jiwa untuk hari yang indah.

Di awal boleh menunggu,
di kemudian majulah.
Jalankanlah komitmen.

Jangan menunggu,
bergeraklah ke tujuan,
Satukan jiwa dan raga.

Jangan tunggu semakin jauh,
mendekatlah ke arah itu,
tangkaplah mimpi itu.

Jangan tunggu menghilang,
sesal tak ada guna,
menangis sia-sia.

Sasaran tak berhasil,
yang lain masih ada,
mungkin lebih indah.

Janganlah hanya menunggu,
bertindak, bertindak dan bertindaklah.
Cari, cari dan carilah!
_____________________________________
Tarutung,  14 Juni 2012
Oleh : B. Marada Hutagalung
6/14/2012 04:04:00 PM | 1 komentar | Baca Selengkapnya...